Wiliardi Wizar membuat pengakuan mengejutkan. Penahanan mantan Ketua KPK Antasari Azhar dikondisikan oleh beberapa petinggi kepolisian.
“Pukul 00.00 WIB saya diperiksa dengan didatangi oleh Direktur Reserse Polda Metro Jaya yang katanya itu perintah atasan,” kata Wiliardi berapi-api.
Wiliardi menyatakan saat itulah dikatakan bahwa Antasari adalah sasaran mereka. Wiliardi bersumpah bahwa kejadian itu benar.
“Di situ dikatakan — Demi Allah ini saya bersumpah — sasaran kita hanya Antasari. Demi Allah saya bersumpah, biar mati lampu ini, mati saya Pak,” ujarnya.
Wiliardi mengungkapkan itu dalam kesaksiannya di sidang dengan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera, Selasa (10/11/2009).
Sebelumnya hakim ketua Herry Swantoro menanyakan kebenaran kesaksiannya yang selalu berubah-ubah.
“Jadi waktu itu saya dikondisikan oleh direktur, wadir, kabag, kasat, semuanya hadir di situ. Mereka menyebutkan kalau sasaran kita hanya Antasari. Saya diperlihatkan BAP-nya Sigid dibacakan kepada saya minta disamakan saja,” imbuh mantan Kapolres Jakarta Selatan ini.
source:Didi Syafirdi - detikNews
Kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang
Berita tentang Terbongkarnya Skenario Konspirasi Terhadap Antasari Ashar di sponsori oleh:
|
|
Incoming Search Terms
- antasari ashar (252) *sidang antasari ashar (51) *berita antasari ashar (22) *antasari terkini (13) *kasus antasari ashar (10) *antasariashar (9) *skenario antasari (9) *www antasari ashar com (9) *konspirasi antasari (8) *antasari ashar kpk (6) *berita sidang antasari ashar (6) *sidang kasus antasari ashar (6) *ashar (5) *antasari (4) *antasari ashar bodoh rekayasa diam scott peterson (4) *hasil sidang antasari ashar (4) * (3) *antazhari ashar bodoh rekayasa diam scott peterson (3) *berita kasus antasari ashar (3) *berita terkini antasari ashar (3) *



7 Comments Received
December 21st, 2009 @4:41 pm
Heran, Kasus Bibit-Chandra begitu banyak yang mendukung. Kok kasus Antasari ini sepi sekali? Padahal Jelas-jelas Antasari ini dijebak!!!!
January 10th, 2010 @8:26 am
antazari dijebak? dijebak nafsu seksnya sendiri lah..terus kepepet takut di blow up ama nasruddin…~ jd kalap terus suruh orang bunuh…simple kok mas..mas aja yg sok pinter..sedikit sedikit konspirasi, skenario besar…kalau semua gitu mah gampang setiap kali ada kasus pembunuhan selalu aja dompleng kata kata ‘rekayasa n konspirasi’…masyarakat tidak mendukut antazari karena masyarakat punya hati nurani, tidak bodoh, tahu mana yang rekayasa (kayak kasus bibit chandra) dan mana yg memang kasus beneran…pak antazari manusia biasa mas, bukan malaikan, bisa khilaf n berdosa..
January 10th, 2010 @8:29 am
cuman saya akui antazari memang lihai mas, dia sengaja seret bibit chandra (dengan testimoni) nya..sehingga terkesan ada pelemahan KPK yg sistemis..padahal mah ini skenarionya antazari aaja..terus dia happy banget waktu ada kasus cicak vs buaya (jd dia mendompleng seakan akan KPK memang mau di jatuhkan bla bla)..
January 10th, 2010 @8:34 am
secara psikologis gampang kok mas, terdakwa yg di sidang keliatan tenang (walau sebenernya tegang) diam itu biasanya memang bersalah…
kalau dia ga salah, dia psycologically akan menampakkan emosi ‘MARAH BESAR’ atas fitnah, tuduhan etc…tp antazari tampak diam,banyak pikir etc itu biasanya memang bersalah mas,..dia teringat ingat scenario scenario waktu dia merencanakan pembunuhan tsb..juga terkenang pas di kamar ama rani…
kalau ngga gitu dia akan MARAH etc…
simple.kok…pliz read kasus scott peterson di amrik yg dituduh membunuh anak istrinya di malam natal. di sidang dia diam terus, tenang terkontrol…terus kata juri di amrik dia bersalah dan dihukum mati..”KEDIAMANNYA MENUNJUKKAN SEMUANYA KALAU DIALAH PEMBUNUHNYA” kalau dia ga bunung, di sidang mah udah nangis nangis sesenggukan, teringat cintanya akan anak istri mas..dan MARAH akan pembunuh sebenernya…
January 12th, 2010 @1:36 pm
aaah memang negeri ini dipegegang para bedebah, moral pemimpin kita udah bejad semua. mana anggodo yg jelas menyuap kpk tdk ditahan, mana ada istana dlm penjara, kriminalisasi kpk, budiono yg memberikan penjelasan yg berbelit-belit pada pansus centuri.robert tantular jg berbelit2 memberikan jawaban pada pansus.
January 16th, 2010 @5:56 pm
setuju mbak tri…saya agak nyesel ga milih pak JK aja pemilu lalu. Kalau saya liat memang moral, work ethics and professionalisme manusia indonesia (pemimpin + rakyat) nya aja yg masihh sangat jauh dari standar..
harusnya bangsa ini udah lama jadi maju n besar mbak..miriss..
seandainya bangsa ini punya presiden sekaliber Mahatir atau Lee Kuan Yew…untuk 10 tahun aja..udah pasti beda jauh ya mba…
January 28th, 2010 @2:47 pm
kemajuan suatu bangsa tidak diukur dari presidennya. kemajuan suatu bangsa haruslah dari rakyatnya sendiri, kalo rakyatnya kebanyakan protes, kapan majunya???apa-apa asal dapet masalah, minta presiden diganti, emang semuadah menbalikkan tapak tangan???
program belum selesai mau pula diganti dengan program baru???kapan majunya???? sama aja kayak anak kecil, dikasih makan setengah2,,gizinya tentu dapetnya setengah2 kan???
tidak ada yang semourna di dunia ini, begitu pula presiden dan antsari ini, jadi kita sebagai rakyat,daripada protes dan menjelek2an pemerintah(padahal kita sendiri kalau berada di posisi mereka belum tentu bertindak profesional) mendingan ikut membantu program2 pemerintah. banyak yang bisa kita lakukan dan bernilai positif. memberantas korupsi dan mafia hukum itu tidak mudah, pemerintah tentunya harus menyelidiki dengan matang supaya tidak salah tangkap, coba tebak, siapa yang akan disalahkan kjalau salah tangkap???mereka sendiri kan??makanya mereka harus hati2.seperti kasus century sekarang ini…mungkin memang respon presiden lamban, tapi apakah ia memang lepas tangan??nggak kan???ingat kalo SBY itu dari militer, semua langkah dan tindakan harus hati2 dan psti. jadi jangan langsung men-judge yang nggak2.
pemerintahan yang bagus itu bukan karena presiden dan menterinya saja, tapi juga karna rakyatnya yang berpikir jernih dan CERDAS! bukan hanya demo saja kerjanya.
untuk kasus Antasari,,,
baru aja malam ini aku nonton di berita bhwa ia dihukum mati oleh kejaksaan,,antasari telah membacakan 90 halaman pembelaan tapi tetep aja dihukum mati.
menurut saya, memang terkesan antasari dipermainkan.
bukti hukuman mati yang memberatkan antasari tidak sepadan/sah karena berupa rekaman antasari dan rani(rekaman ini bukan tentang pembunuhan,tapi perselingkuhan,jadi nggak nyambung kan?)
ditambah lagi katanya peluru yang ada di tubuh nasrudin berbeda dengan peluru yang ada di tangan rang bayaran.
dan…kejaksaan tidak mau menunjukkan bukti2 dari kepolisian dan apalgi namanya saya tidak ingat, hanya bukti rekaman itu saja. padahal, itu tidak bisa dikategorikan bukti untuk hukuman mati.
dan…hal yang memberatkan antasari tentang membuat gaduh persidangan, apakah mengucap asma Allah termasuk mebuat gaduh?????…ckckckck…..
saya akan turut berdoa supaya kasus ini selesai dengan adil.
antasari memang bersalah, tapi seharusnya ia mendapatkan hukuman yang setimpal, bukan hukkuman mati yang diinginkan oleh orang2 yang ingin menjatuhkannya.
antasari juga manusia yang memiliki hak asasi,”hak untuk hidup”
dunia ini panggung sandiwara, kita tidak bisa memastikan kalau semua berjalan memang begitu adanya,ingat, selalu ada pemain dibelakang layar yang mengendalikan tali2 mayoret kita.
dari awal aku sudah curiga dengan rani, kenpa ya, rani tidak ikut diperiksa???
bisa aja dari awal rani dibayar untuk menjebak antasari dan nasrudin,,,hihihihi….
tapi…ya….giaman ya….
susah sekali kalau sudah memikirkan keadilan dan sandiwara politik indonesia ini….
semoga para mafia hukum itu bisa diketahui kedoknya dan tertangkap…semuanya….
amin.
Leave A Reply